wellllll karna skripsi ku membahas tentang pola komunikasi warga muslim dan hindu dalam upacara pujawali dan perang topat aku ingin berbagi tentang bagai mana prosesi upacara perang topat..........
langsung aja ya..... karna aku berasal dari lingsar juga so harus tau budaya ku... judul : prosesi perang topat oleh : muhammad fathoni Dalam pelaksanaan Perang Topat, tiga hari sebelumnya dilakukan proses penyucian atau pembersihan benda-benda pusaka dan alat-alat yang akan digunakan dalam upacara. Benda-benda pusaka seperti Al-Qur’an bertulis tangan, kipas angin dari kayu yang bertuliskan Ayat Kursi, alat pengetam padi (ani-ani) yang bertuliskan lafadz Allah dibersihkan. Alat-alat yang dimaksud seperti baki tembaga, rombong, botol, tikar, payung, pedang, senapan tiruan, tombak dan lain-lainnya dibersihkan dan dicuci pula. Orang-orang yang membersihkannya adalah masyarakat sekitar, tanpa diperintah mereka datang sendiri. Dua hari sebelum upacara dilaksanakan. Dilakukan pembuatan tetaring, yaitu tratag atau tarub yang dibuat dari daun kelapa dan tiangnya memakai bambu. Tetaring ini untuk melindungi para peserta upacara dan paserta Perang Topat dari teriknya sinar matahari. Daun kelapa dan bambu didapat dari bantuan masyarakat dan pegerjaannya dilakukan oleh masyarakat pula. Sehari sebelum pelaksanaan Perang Topat diadakan Khaul Syekh K.H Abdul Malik (Datu Sumilir), K.H Abdul Roouf (Raden Mas Kertajagat), Hj. R. Ayu Dewi Anjani. Khaul Ini diselenggarakan setelah Waktu Dhuhur bertempat diruang persinggahan Syekh K.H Abdul Malik. Khaul ini dipimpin oleh Bapak Penghulu atau Tuan Guru yang Khusus diundang untuk memimpin Khaul. Jamaah yang mengikuti Khaul ini adalah masyarakat sekitar Desa Lingsar. Dalam acara Khaul dibakar pula kemenyan Arab, yang dapat mengharumkan tempat dan ruangan Khaul, serta agar para Malaikat datang, karna Malaikat senang pada bau yang harum. Pada Acara Khaul ini pertama-tama dibacakan Surat Al-Fatihah yang ditujukan pada penghulu Nabi Muhammad, Nabi pamungkas, Syekh K.H Abdul Malik, K.H Abdul Rouf, Hj. R. Ayu Dewi Anjani. Setelah itu baca kalimat Laa ilaaha illallah sebanyta 1000 kali, surat Al-ikhlas sebanyak 44 kali, surat Al-Falaq sebanyak 11 kali, surat An-Naas sebanyak 11 kali, surat Al-Fatihah sebanyak 11 kali dan Ayat Kursi sebanyak 11 kali. Acara Khaul ini ditutup dengan Do’a Asmaul Husna. Semua rangkaian Khaul ini berlangsung kurang lebih selama 2 jam. Sedangkan umat hindu melakukan odalan yaitu upacara untuk memperingati hari jadinya pura. Ulang tahun pura ini di lakukan oleh warga hindu dengan berdoa dan melakukan persembahyangan kepada Sang Widhi yang dipimpin oleh pedande. Dan mempersembahkan tari-tarian yang di bawakan oleh kaum remaja dan tokoh-tokoh dari umat hindu yang diiringi oleh kesenian-kesenian musik. Pada sore harinya, setelah shalat ashar atau setelah Rarak Kembang Waru yaitu setelah bunga pohon waru berguguran jatuh, diadakan acara Napak Tilas mengelilingi pura Lingsar, yaitu pura Gaduh dan Kemalik. Upacara Napak Tilas ini melambangkan perjalanan Syekh K.H Abdul Malik sewaktu berdakwah menyiarkan agama islam di daerah Lombok. Napak Tilas dimulai dari tempat atau ruangan persinggahan Syekh K.H Abdul Malik menuju pure dan mengelilinginya sampai tiga kali. Peserta Napak Tilas ini berbaris dengan berurutan. Barisan paling depan adalah barisan pasukan pengawal yang berjumlah 6 orang dan satu orang komandan pasukan kerajaan dengan membawa senjata laras panjang tiruan. Dibelakang tujuh orang ini adalah 3 orang sebagai simbol 3 orang Waliullah, yaitu Syekh K.H Abdul Malik, K.H Abdul Rouf, dan Hj. R. Ayu Dewi Anjani. Ketiga orang ini disertai pemangku kemalik Bapak Suparman. Barisan kedua adalah pembawa bunga setaman, yaitu seorang wanita. Bunga setaman antara lain bunga mawar dan melati, diletakkan ditempat yang terbuat dari kuningan. Wanita yang membawa bunga dengan cara disunggi dan diapit oleh dua orang laki-laki yang berada disebelah kanan dan kirinya. Dua orang laki-laki yang mengapit wanita pembawa bunga, satu orang membawa tombak dan satu orang membawa payung bergagang panjang berwarna kuning keemasan dengan hiasan rumbai-rumbai. Wanita pembawa bunga dan dua orang laki-laki yang mendampinginya berpakaian adat suku sasak. Kemudian, disusul dibelakangnya adalah wanita yang membawa rombong ( lumbung kecil ) yang berisi beras dan beras ketan. Lumbung kecil ini terbuat dari anyaman pandan yang diberi hiasan. Rombong ini dibawa oleh wanita dengan cara disunggi diatas kepala. Wanita pembawa rombong dan dua orang laki-laki yang mendampinginya berpakaian suku sasak juga. Dibelakakangnya, ada wanita yang membawa sesaji ( sajian), yaitu berupa sembilan dulang (nampan) yang bersisi nasi, lauk pauk, dan buah-buahan. Dulang adalah baki kecil yang terbuat dari kayu dan berkaki. Sembilan dulang ini dibawa dengan disunggi diatas kepala daan didampingi oleh dua orang laki-laki juga. Kemudian dilanjutkan oleh barisan pembawa kebon udik . Dibawa oleh wanita juga, yang didampingi oleh dua orang laki-laki. Kebon udik ini dibawa dengan disunggi diatas kepala juga. Kemudian disusul dengan wanita pembawa lamak (alas), yaitu tikar yang digulung, didalamnya berisi alat-alat shalat untuk laki-laki dan wanita. Yang membawanya pun seorang wanita dengan cara disunggi diatas kepala dan didampingi oleh dua orang laki-laki pula. Dan pada barisan ketujuh adalah pembawa momot. Yang membawanya pun sama dengan barisan yang sebelumnya yaitu seorang perempuan dengan car disunggi dan didampingi oleh dua orang laki-laki juga. Wanita-wanita yang membawa perangkat atau alat-alat napak tilas adalah wanita yang dalam keadaan suci, artinya mereka tidak sedang dalam keadaan haid atau menstruasi. Selain itu, mereka harus berwudhu sebelum melakukan tugasnya. Para wanita ini dipilih oleh pemangku kemalik. Selanjutnya barisan yang terdiri dari umat Hindu, group kesenian dan peserta pada umumnya. Bagi umat Hindu sebelum mengikuti pura daksina atau napak tilas keliling pura Gaduh dan Kemalik mereka mengadakan upacara mendak, yaitu upacara menjemput batara. Batara yang dijemput dalah Batara Agung yang ada di pulau Bali. Mereka membawa air dari sumber yang berada di sebelah barat pura Lingsar. Kemudian mereka menjemput betari Rinjani yang ada di Gunung Rinjani. Mereka membawa air sumber sebelah timur (AIR SUCI ). Para pembawa air ini kemudian bertemu di pintu gerbang pura Lingsar dan bersatu dengan Batara Gede Lingsar. Ditempat bertemu Batara Agung, Betari Rinjani dan Betari Gede ini diadakan upacar mendak lalu mereka bergabung dengan para peserta pura daksina ( keliling pura Gaduh dan Kemalik ) dari umat sasak setelah upacara selesai. Ketiga air sumber tadi (air suci) dibawa keliling napak tilas. Kerbau ikut keliling pula dengan diberi tambang yang panjang dan dituntun beberapa orang. Kerbau ini sebagai lambang bekal Syekh K.H Abdul Malik sewaktu berdakwah. Napak tilas dimulaindari tempat persinggahan Syekh K.H Abdul Malik dengan ucapan syukur kepada Sang Hyang Attunggall, Allah SWT dan pembacaan surat Al-Fatihah yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. Pemimpin yang membuka acara ini adalah pemangku kemalik. Setelah selesai keliling pura Gaduh dan kemalik sebanyak tiga kali, alat-alat atau perangkat napak tilas dibawa kemalik dan disimpan disekitar mata air lingsar dipergunakan dalam perang topat esok harinya. Keesokan harinya, ada hari pelaksanaa perang topat, pagi harinya kerbau yang digunakan napak tilas disembelih untuk hidangan makanan para peserta napak tilas dan perang topat. Pagi hari itu umat sasak dan umat Hindu memasak nasi dan lauk pauk secara bersama-sama, hanya tempatnya berada. Umat sasak memasak disekitar rumah pemangku kemalik dan umat Hindu memasak di kantor puri yang bersebelahan dengan rumah pak pemangku kemalik. Petugas yang menyembelih kerbau diambil dari umat sasak. Setelah kerbau disembelih, dagingnya di bagi kepada umat sasak dan umat Hindu. Paha belakang dan kepala kerbau tidak ikut dimasak, tetapi dibawa kemalik dan digantung didahan pohon. Sore harinya paha dan kepala ini diambil dan dimasak kembali untuk dimakan bersama lagi antara umat sasak dan umat Hindu. Sore harinya, setelah shalat ashar atau rarak kembang waru, setelah bunga pohon waru berguguran dimulailah perang topat. Perangkat atau alat-alat yang digunakan untuk pura daksina napak tilas diambil dari kemalik dan dibawa lagi oleh para wanita yang bertugas saat napak tilas. Mereka berkumpul dan berbaris lagi ditempat persinggahan K.H. Abdul Malik, seperti urutan sewaktu napak tilas. Dari tempat persinggahan tersebut, barisan berjalan menuju Kemalik dipimpin oleh Pemangku Kemalik. Pemangku Kemalik berjalan didepan dan dibelakangnya adalah wanita pembawa bunga setaman. Pemangku Kemalik mengambil sekuntum bunga dengan jarinya, kemudian setelah sampai dipintu Kemalik beliau melemparkannya kedepan. Hal ini menunjukkan permintaan izin kepada K.H. Abdul Malik. Barisan lalu masuk ke Kemalik dan meletakkan alat-alat atau perangkat upacara di sekitar mata air Lingsar yang ada di Kemalik. Dan mulailah perang topat tersebut sampai rarak kembang waru. Selanjutnya, pada hari ketiga setelah perang topat diadakan beteteh, yaitu membuang perangkat perang topat yang telah digunakan, kecuali momot. Perangkat perang topat ini dibuang disumber air Sara Sutra yang berjarak sekitar 1 km dari pura Lingsar (Tempat Perang Topat). Perangkat perang Topat ini hanyut oleh derasnya sumber air tersebut yang mengalir seperti sungai. Perangkat perang Topat berupa momot dibawa pulang ke tempat pemangku Kemalik, lalu dibuka dengan disaksikan orang banyak. Momot yang berupa botol tersebut ternyata telah berisi air sekitar seperlima bagian isi botol. Padahal ketika akan dipergunakan napat tiilas atau perang Topat, botol tersebut dalam keadaan kosong, ditutup rapat, disegel, dan dibungkus kain putih. yang mau ngutip silahkan izin yang mau nanyak silahkan komeng.. hargai jerih payah orngPopular posts
-
para titik titik tau g sih cara mudah menaruh poto di mp3 caranya mudah kok cui. pada kmana aja sampai hari ini g tau... gaptek buangeet cih...
-
langsungsaja klik tu >>>>> DOWNLOAD
-
Hampir semua netter atau pengguna Internet dimana pun berada sangat menyukai kegiatan "download", entah itu download software, mp...
-
mau main zombi ps plant 2 silahkan klik langsung -> h DOWNLOAD ini juga DOWNLOAD
-
wellllll karna skripsi ku membahas tentang pola komunikasi warga muslim dan hindu dalam upacara pujawali dan perang topat aku ingin berbagi ...
-
bagi yang mau download lagu jumpring yang dulu silahkan langsung aja >>> DOWNLOAD yang mau reques silahkan coment ...
-
nih linggal langsung di klik aja DOWNLOAD

maaf.. ini sumber nya darimana yaa? saya butuh refrensi, bisa tolong di bantu?
BalasHapus